‘Alay’ Rules!

So it seems The Jakarta Post is the first to write about the “alay” thing. And the writer has done quite a good job. Stop bullying people on the Net. Let’s make our digital sphere a safe place for everyone. :D

6 Responses to “‘Alay’ Rules!”


  1. 1 felicious October 29, 2009 at 11:17 am

    Setuju!!
    stop bullying others on the net!
    heran ama orang2 yg ampe segitu niatnya ngetranslate tulisan2 ophi a bubu en ditambahim embel2 menghina (spt blog natasyadenaya.tumblr.com). apa ngga punya sopan santun ya sama karya orang lain, dicolong gitu trus dimasukin ke blog dia tnp ijin dan dijadiin bahan olok2?
    saya menanti nih media lain mnulis ttg gejala ini. masalahnya di jaman teknologi ky gini, kegiatan bullying ud sungguh meluas, ga hanya di dunia nyata aja, tp dunia maya yg tanpa batas, dgn efek yg lebih hebat!

  2. 2 Kgeddoe October 29, 2009 at 3:36 pm

    Gelombang anti-alay ini kok jadi lebih menyebalkan dari tren alay itu sendiri?

    Dan lagi, rasanya artikel yang di-link di atas cenderung mengkritik gerakan yang memojokkan kelompok alay ini, lantas mengapa komentar-komentarnya tetap bernada menghujat?

    *menggerutu*

  3. 3 felicious October 29, 2009 at 8:50 pm

    setuju sama Kgeddoe…
    berarti, itu tandanya masih banyak yg ga suka sama tren alay.
    mau media segede apapun (jakarta post) yg mempromosikan “alay-friendly environment” (halah bahasa saya)… kayanya ga ngefek.
    tetep aja mereka itu suka mengolok2 orang lain.
    mungkin kalo ngga ngolok2 orang lain hidup mereka jd sepi en basi kali ya? hehehe

  4. 4 Ali Sastro October 30, 2009 at 12:28 am

    @felicious

    Yah,Mbak. Memang memprihatinkan. Tapi kayaknya ini gejala di Indonesia saja yah. Efeknya juga lebih hebat. Di kelas paling di-buly puluhan orang. Di dunia maya, jutaan orang anonimus.

    @Kgeddoe

    Iya. Saya juga tidak mengerti. Lagian, no offense yah Geddoe :mrgreen: , kebanyakan mereka yang menulis begitu kan anak-anak belasan. Cewek lagi. Yah wajarlah. Kalau memang pada tempatnya mereka menulis begitu, seharusnya tidak ada masalah toh?

    @felicious lagi

    Mestinya Kompas yang nulis. Biar lebih banyak yang baca.

  5. 5 felicious October 30, 2009 at 12:50 am

    hehe, betul mas ali.
    semoga kompas-nya baca kali ya blog mas ali ini terus dibkin artikel yg lebih komprehensif :D

  6. 6 jensen99 October 31, 2009 at 7:25 am

    Ah, sedikit mengingatkan pada artikel(?) ini. :|

    Personally, saya masih oke2 aja sih sama yang kritik musik “alay”, setidaknya yang dikritik adalah artis yang memang mesti siap mental dicaci maupun dipuji, tapi kalo menyerang individu yang menggunakan tulisan alay, di web pula, rasanya itu kriminalitas. :evil:
    lagian masih lebih mudah baca alay daripada ibrani atau hanacaraka


Leave a Reply