Pemilik
Adalah kuli tinta yang berdomisili di Jakarta. Menggilai jus mangga, filsafat, pacar, teologi, musik dan keheningan lima jam terakhir sebelum fajar.
Recent Posts
Top Posts
Recent Comments
Archives
- November 2009 (3)
- October 2009 (4)
- September 2009 (5)
- August 2009 (2)
- July 2009 (5)
- June 2009 (8)
- May 2009 (5)
Aw, come on, what’s more interesting than raising our people’s
narrownationalism. You as a journalist must know this.WHATS NEXT?
Nasionalisme Adalah Tempat Tinggal Yang Kita Bela
Nasionalisme Untuk Negara ini Adalah Pertanyaan
Nasionalisme Untuk Negara ini Menuju Kehancuran
Nasionalisme Menuntun Bangsa Kami Menuju Kehancuran
Kenyataan dalam dunia Fantasi by Koil
numpang nyanyi..
All hail Koil!
*ada aja lagunya tuk segala situasi*
@Zephyr
Walaupun ga suka lagunya, tapi liriknya boleh juga itu.
@Jensen : sudah menyukai Koil? Baguslah..
Belom! Pernyataan saya jangan ikutan diklaim!
Salah ga sih kalo saya bosen dengan topik ini? (unsure)
We can reclaim anything, only to face that same good old defense from Malaysia: “ev’thing that enter Malaysia before Indonesia’s independence, cannot be claimed by Indonesian, even if it was the (future) Indonesian people who bring them to Malaysia”
So in case of gamelan, I think it must be the Javanese who reclaim them, not RI gov’t/people/
media.Bukannya mau bermaksud sarkastis, Jens. Tapi apakah orang-orang suku kita yang kaumaksud itu punya kemampuan cukup buat berdiplomasi soal ini?
Hehehe… over estimate…
its a redundancy cylic error…
and i get bored…
@all
Let’s talk about something else.
No. Let’s do something else. Click [ here ]
let’s go somewhere else
Story???
Gimana kalau judi dilegalkan lagi biar Genting Highlands bubar?
Atau hutan Kalimantan dibakar lagi?
Waduh!!! Mas Lambang mau bakar hutan kalimantan ya?